Kamis, 24 April 2014

apa koleksimu?

Beberapa tahun yang lalu, mengoleksi prangko dan mata uang pernah menjadi hobi yang populer. Lalu, banyak anak-anak yang mengoleksi kertas surat. Ada juga yang mengoleksi mainan seperti mobil-mobilan atau boneka.
Punya koleksi barang tentu menyenangkan. Biasanya, kita mengoleksi barang yang kita sukai. Kita memburu barang itu kemana-mana. Kalau berhasil dapat, rasanya puaaaaas banget! Juga, ketika sedang melihat-lihat koleksi kita, rasanya menyenangkan.
Mengloeksi juga mengajarkan tanggung jawab, karena kita harus menjaga, merawat dan merapikan koleksi kita. Kita tentu tidak mau kehilangan benda yang sudah kita dapatkan dengan susah payah kan?
Dari mengoleksi barang, kita juga bisa belajar lho. Misalnya, kalau kita mengoleksi prangko, souvenir, mata uang, atau kartu pos. Kita bisa tahu tempat-tempat indah, kuliner, atau tradisi yang unik di banyak tempat.
Lebih asyik lagi kalau kita punya teman yang memiliki koleksi yang sama. Wah, bisa saling tukar koleksi dong. Dan tentunya teman kita akan bertambah banyak.
Orang yang senang mengoleksi sesuatu disebut kolektor. Banyak kolektor yang terkenal karena barang-barang koleksi mereka. Misalnya, Imelda Marcos yang terkenal dengan koleksi sepatunya atau Lady Diana yang punya banyak topi untuk dikoleksi.

Umumnya orang mengoleksi barang-barang yang umum, seperti lukisan, buku, atau mainan. Namun barang-barang sederhana juga bisa dikoleksi lho, seperti tutup botol, pasir panvtai, bungkus permen, tiket bioskop, dan lain-lain. Barang koleksi nggak harus mahal, yang penting kita enjoy ngoleksinya. 

Rabu, 16 April 2014

Keunikan Jepang.

Jepang terkenal dengan kecanggihan teknologinya. Tapi, warga negara Jepang ini tetap berpegang teguh pada kebudayaan kuno mereka. Orang-orang di negeri matahari terbit ini percaya, jika mereka mengikuti adat nenek moyang mereka dulu maka mereka akan terhindar dari kesialan.
Di Jepang juga ada sebuah kepercayaan, kalau seorang anak berhasil membuat 1000 bangau kertas maka semua permintaannya akan dikabulkan.
Jepang juga terkenal unik dalam segala hal, contohnya banyak cafe-cafe yg temanya tidak biasa, banyak makanan yang bentuknya lucu-lucu, aksesori yang aneh-aneh, sampai acara TV yang konyol. 
Selain itu, banyak perusahaan Jepang yang mencari karyawan berdasarkan golongan darah. Memang tidak semua, tapi sebagian besar. Orang yang paling susah mendapat pekerjaan di Jepang adalah yg bergolongan darah B. Yang agak susah dapet pekerjaan adalah yg bergolongan darah AB, disusul dengan A, lalu golongan darah yang paling istimewa di jepang,O. Mengapa O? Karena sejak dulu banyak direktur-direktur perusahaan yang berhasil memimpin perusahaannya sampai sukses adalah yang bergolongan darah O.
Nah, selain hal-hal diatas, Jepang juga terkenal dengan festival-festivalnya yang unik-unik dan lucu. Festival Jepang disebut Japan Matsuri. Kalau di Jakarta hanya diadakan setahun sekali, di negeri asalnya, Matsuri bisa diadakan lebih dari satu kali.
Ini dia beberapa matsuri yang terkenal dan sering jadi objek wisata :
A.      HADAKA MATSURI
Festival ini dirayakan sekitar bulan februari di Saidaijinaka Tempple di Okayama. Pada festival ini sekitar 9000 cowok hanya menggunakan fundoshi (kain yang dililit). Mereka berebutan mengambil batang suci yang dilemparkan biksu sebagai tanda keberuntungan. Yang bikin seru, kegiatan ini dilakukan di sungai yang bersalju pada malah hari dengan temperatur dibawah nol! Brrrrrr.

B.      HOUNEN MATSURI
Festuval kesuburan dirayakan tanggal 15 maret sebagai ucapan syukur atas kemakmuran dan kesuburan negeri. Hounen matsuri yang paling terkenal diadakan di Komaki, dimulai pada pukul 10 pagi hingga sore. Tong-tong sake digotong sepanjang jalan dan semua orang bisa menikmati sake secara gratis. Acara ditutup dengan acara mochi nage (lempar mochi).

C.      GION MATSURI
Festival ini adalah yang paling ditunggu-tunggu warga Jepang, dilaksanakan sepanjang bulan juli sebagai upacara penyucian dan menolak bala penyakit. Festival ini sudah berlangsung sejak 1100 tahun yang lalu. Setiap hari di bulan juli ada berbagai perayaan, tapi yang paling terkenal adalah Yamaboko Junko (17 Juli). Dalam Yamaboko Junko ada 30 Hoko (sejenis usungan dua tingkat) yang digotong keliling kota, dengan Hoko yang dekorasinya unik dengan tinggi mencapai 25 meter dan berat 12.000 kilo dan ditarik oleh 30-40 orang.

D.      HINA MATSURI
Festival ini adalah festival boneka, khusus untuk para cewek. Setiap anak cewek menggunakan kimono dan mengunjungi rumah keluarga terdekat. Pada tanggal 3 maret, sekiitar 15 boneka dengan kostum tradisional era Heian dipajang. Setiap keluarga memajang boneka sepanjang bulan februari hingga tanggal 4 maret. Konon kalau lebih daari tanggal 4 maret, anak cewek dipercaya akan menikah terlambat.

Selain festival-festival diatas, ada juga Hanami (festival menonton bunga sakura), Bon Matsuri, Tanabata, dan lain-lain yang akan saya jabarkan kapan-kapan. Sekian~

Senin, 14 April 2014

Kenali potensi diri dengan Grafologi

Grafologi adalah salah satu cara mengenali potensi diri kita berdasarkan tulisan tangan kita. Agak mirip kokology memang, cuma bedanya kalo  kokology mencari tahu sifat / prilaku kita yang kadang tidak kita ketahui dengan cara memilih jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan, kalau Grafologi menilai potensi diri dari tulisan tangan. Dalam grafologi, yang dilihat adalah bentuk tulisan, bukan isi.

1.      UKURAN TULISAN.
Dari segi ukuran, ada 3 hal yang bisa dilihat.
a.       Kecil : pendiam, sering menyendiri, tapi memiliki banyak ide cemerlang, suka berpikir ilmiah, memiliki konsentrasi kuat, dan mandiri.
b.      Sedang : susah menerima perubahan sehingga terkesan kaku. Selalu mengandalkan logic setiap kali mengambil keputusan.
c.       Besar : fleksibel, menyukai sosialisasi, selalu ingin dihargai orang lain, suka mencari perhatian dan mempunya ambisi yang tinggi.

2.       BENTUK TULISAN.
Sederhananya, ada dua bentuk tulisan yang mencirikan karakter kita.
a.       Bulat : fleksibel, ramah, dan suka banget bersosialisasi. Umumnya, pemilik tulisan ini lebih mementingkan perasaan dalam bersikap dan mengambil keputusan.
b.      Tegas dan runcing : kaku, selalu berpikir sebab akibat, dan lebih mengandalkan logika dalam bertindak sehingga cocok jika mendalami hal yang bersifat analisis.

3.       KEMIRINGAN TULISAN.
Kemiringan tulisan kita menunjukkan kecenderungan dalam menghadapi lingkungan.
a.       Miring ke kiri : suka menarik diri, tertutup, lebih mementingkan pendapat pribadi dalam menilai sesuatu, konservatif dan sangat individualis.
b.      Miring ke kanan : aktif, ekspresif, terbuka, dan berani menghadapi tantangan. Biasanya memercayai intuisi dan mau mendengarkan pendapat orang lain, terutama dalam hal yang enggak dikuasai.
c.        Tegak lurus : enggak suka aturan, menyukai kebebasan dalam melakukan apa pun, biasanya lebih mementingkan keinginan sendiri.

4.       TEKANAN TULISAN.
Tekanan menunjukkan kemampuan mengendalikan diri dan emosi.
a.       Halus dan tidak terlihat jelas : tenang dan cenderung stabil dalam menghadapi emosi.
b.       Keras dan mudah terbaca : emosional, mudah panik dalam menghadapi tekanan, kaku sehingga sulit menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Jadi, gimana bentuk tulisan kalian?

Selasa, 08 April 2014

Dari Habibie, untuk Ainun.

 Bukan Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiadapada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu. Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tidak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi. Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada. Aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.

Mereka mengira akulah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua, tapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia. Kau ajarkan aku arti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini. selamat jalan, kau dari-Nya, dan akan kembali pada-Nya. Kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada. Selamat jalan sayang, cahaya mataku, penyejuk jiwaku. Selamat jalan, calon bidadari surgaku.

Minggu, 06 April 2014

SELFIE

Remaja-remaja sekarang pasti udah familier sama yang namanya selfie. Lagi hits,katanya. Dengan selfie biasanya kita akan merasa lebih puas dengan hasil fotonya karena kita punya kendali penuh dalam menentukan pose, angle yang menarik bahkan kapan memencet tombol kamera. Selfie memang bisa bikin kecanduan, apalagi sejak ada sosmed, selfie seolah sudah jadi keharusan. Setidaknya tercatat ada 31 juta foto dengan hastag #selfie di instagram. Selfie ini makin jadi tren karena banyak seleb yang melakukannya. Well, selfie memang menyenangkan dan bisa menambah rasa pede. Tapi kebiasaan yang berlebihan bisa menjadi pisau bermata dua loh!

Kenapa sih orang senang banget bikin selfie?
Pada dasarnya setiap manusia senang terlihat menarik dan diperhatikan. Apalagi dengan selfie kita bisa menentukan sendiri foto-foto mana yang bagus dan kurang bagus. Bisa membuat selfie yang bagus tentu menambah rasa bangga dan kepuasan sendiri. Secara tidak langsung, ini bisa menambah rasa pede. Apalagi kalau ada yang memuji foto kita. Makin makin deh rasa pedenya.
Eh, tapi hati-hati, lho. Keseringan bikin selfie ternyata juga enggak bagus. Selfie itu seperti pisau bermata dua. Selain bisa bikin kita tambah pede, ada juga efek yang enggak baik buuat kesehatan mental, terutama remaja. Psikolog dari amerika, Pamela Rutlege, PhD dari Massachusetts School of Professional Psycology bilang kalau keseringan membuat selfie bisa merusak percaya diri.

Jadi, selfie itu bikin tambah pede atau merusak rasa pede nih?
Sebagai remaja kita masih butuh pengakuan daari oranglain, terutama teman-teman disekitar kita. Nah, komentar ini sangat berpengaruh pada rasa pede kita. Saat meng-upload selfie ke sosmed, kita tentu berharap ada komentar dari orang lain berupa pujian atau foto kita di like orang. Tapi kenyataannya, enggak semua selfie kita bakal bagus dimata orang. Lebih parah lagi kalau kita mendapat komentar jelek dari orang lain.
Rasa enggak pede akan semakin besar kalau komentar-komentar yang nggak enak tidak hanya datang dari teman-teman sekitar kita, tapi juga orang asing. Dan rasa enggak pede akan membesar berkali kali lipat saat kita membuka akun sosmed teman, dan melihat selfie mereka dipuji-puji orang banyak. Tanpa sadar kita jadi membandingkan diri kita dengan orang lain.
Dari sekian banyak orang yg suka selfie, ada beberapa yang saking inginnya dapat pujian dari orang, sampai  sengaja memperlihatkan bagian tubuhnya yang jelas-jelas tidak senonoh. Nah, bahaya kan kalau sampe kaya gitu?

Body image negatif
Dr. Jill Weber, seorang psikolog, juga setuju dengan bahaya selfie. Kata Jill Weber, kecanduan selfie sangat berbahaya. Kita merasa bersemangat tapi ketika ada komentar negatif, kita merasa diri kita enggak ada artinya. Kenapa bisa begitu? Karena selfie bentuknya foto diri dan wajah, maka komentar yang muncul pun akan seputar penampilan fisik. Nggak jarang juga orang akan mengomentari bagian tubuh kita, seperti mata yang berkantung, lengan yang besar, dan lain lain. Dulu mungkin kita enggak kepikiran kalau bentuk kuping kita terlalu lebar, tapi karena ada yg mengomentari selfie kita, akhirnya malah jadi kepikiran deh. Inilah yang disebut body image negatif.

Jadi, selfie itu nggak boleh?
Bukannya selfie enggak boleh, lho. Tapi sebaiknya mulai dibatasi. Ketika memposting selfie, tanya diri sendiri, tujuan kita lebih cenderung kemana? Kalau memang hanya sekedar senang-senang, enggak perlu memposting setiap hari kan? Cukup untuk hal-hal spesial, misalnya saat pesta ulang tahun atau saat foto buku tahunan.

Atau, kalau memang kita merasa tidak kuat kalau mendapat komentar negatif, kita bisa memposting foto lain. Banyak cara untuk mengekspresikan diri selain dari bikin selfie. Kita bisa memotret pemandangan yang dilewati sepanjang perjalanan pulang sekolah, buku favorit kita, pasar malam yang ada didekat rumah kita, dan lain-lain. Pasti kita akan mendapatkan komentar yang tentunya lebih menyenangkan, karena komentarnya akan berfokus pada objek foto, bukan pada wajah atau penampilah fisik kita. Jauh lebih asyik kan? J